Sabtu, 17 Desember 2016

Tags


MALANG - Arema Cronus harus ekstra hati-hati ketika menghadapi Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (18/12). Sebagai tim tamu, Persib membawa motivasi berlipat untuk bisa menjegal langkah Singo Dalam bersaing menggapai gelar juara TSC 2016.
Persib yang terlibat rivalitas berat dengan Arema, tentu tak akan membiarkan seterunya itu melenggang mudah menuju podium juara. Motivasi lainnya adalah misi Maung Bandung dalam mengamankan posisi empat di klasemen TSC.
Kubu Arema Cronus sangat menyadari lawan kali ini bukan sembarangan dan memiliki motivasi berlipat ketika berkunjung ke Stadin Kanjuruhan. Untuk itu tuan rumah bakal sangat mewaspadai kekuatan Persib yang belakangan lumayan stabil meski belum istimewa.
"Kami tidak boleh kalah dari sisi motivasi maupun semangat. Saya tahu Persib akan datang dengan motivasi berlebih, karena itu pertandingan nanti benar-benar sebuah final. Saya ingin pemain benar-benar fokus dalam memghadapi Persib," ungkap Milomir Seslija, Pelatih Arema.
Menyadari bahwa motivasi tim tamu bisa mengganggu misi mereka, Arema bakal menerapkan disiplin tinggi dalam duel nanti. Pemain Persib yang memiliki kecepatan serta naluri mencetak gol, dicatat baik-baik oleh Milo dan bakal mendapat perlakuan khusus.
Mengingat Persib bakal sangat agresif dari sayap seperti Tantan, Atep, serta Samsul Arif, posisi fullback sangat krusial perannya. Syaiful Indra Cahya dan Johan Alfarizie dituntut bekerja keras plus konsentrasi penuh membendung serangan Persib dari sirip.
"Beberapa pemain Persib memiliki kecepatan dan pengalaman. Tidak mudah menghadapi mereka, tapi Arema bermain di kandang dan pertandingan harus menjadi milik kami. Dengan dukungan Aremania, saya sangat optimistis bisa mengatasi Persib," tegas Milo.
Komposisi pemain Arema relatif lengkap pada laga nanti, hanya Raphael Maitimo yang sempat terganggu kebugaran saat latihan, Jumat,16 Desemvber 2016. Diharapkan gelandang senior ini sudah bisa kembali fit dan turun di laga kontra Persib karena hanya cedera minor.
Di lain kubu, Persib Bandung mencoba bermain tenang dan tidak akan panik saat mendapat pressure tuan rumah. Walau mencatat dua kemenangan beruntun di laga sebelumnya, tapi Maung Bandung harus ingat bahwa catatan laga tandang mereka belum membanggakan.
Persib tidak pernah menang dalam delapan laga away, dengan rekor lima kali kalah dan tiga kali seri. Melihat rekor tersebut memang Persib diragukab bisa menggoyahkan Singo Edan, tapi Pelatih Djadjang Nurdjaman menginginkan ada sesuatu yang lain di laga pamungkas ini.
"Ini pertandingan terakhir dan pasti saya berharap ada motivasi lebih dari para pemain. Persib akan menghadapi tim yang berambisi juara, jadi tingkat kesulitan tentu sangat tinggi. Tapi kami juga punya target yang ingin diwujudkan di pertandingan nanti," sebut Djadjang.
Berada di peringkat empat dengan menyisakan satu laga, Djadjang ingin timnya mempertahankan posisi tersebut. Meski untuk merealisasikannya juga masih sangat sulit, yakni memetik kemenangan atau imbang di Malang, dengan berharap tim lain di bawahnya kehilangan poin.
"Kalau bisa tetap bertahan di peringkat empat atau lima besar. Kami menjalani musim dengan kurang meyakinkan dan peringkat itu sudah terhormat untuk Persib. Namun tentu saja akan sulit mewujudkannya karena terlebih dulu harus bisa mendapatkan angka di Malang. Semoga bisa menag," tandas dia.
Arema Cronus:
Ahmad Kurniawan (gk); Syaiful Indra, Goran Gancev, Hamka Hamzah, Johan Alfarizie; Nick Kalmar, Juan Revi, Ferry Saragih; Esteban Vizcarra, Cristian Gonzales, Arif Suyono.
Persib Bandung:
Made Wirawan (gk); Dias Angga, Vladimir Vujovic, Diogo Ferreira, Tony Sucipto; Hariono, Kim Jeffrey, Robertino Pugliara; Atep, Sergio Van Dijk, Tantan.

Final Piala AFF, Jokowi Nonton Bersama Keluarga di Istana

Presiden Jokowi (Foto: Ist)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan perjuangan Tim Nasional Indonesia melawan Thailand dalam pertandingan leg kedua Piala AFF 2016, pada Sabtu (17/12/2016) malam.
Kendati tak menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Presiden Jokowi tetap memberikan dukungan kepada Timnas dengan menonton laga tersebut di Istana Merdeka, Jakarta bersama keluarga.
"Presiden menonton final Piala AFF di Istana Merdeka bersama keluarga," ujar Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi berharap Timnas Indonesia bisa memenangkan Piala AFF 2016. Bahkan, ia memacu semangat para pemain dengan menyiapkan bonus Rp12 miliar bagi seluruh pemain.
Sementara itu, pantauan Okezone hingga berita ini diturunkan, Timnas Indonesia ketinggalan 2 gol atas Thailand. Sedangkan pada leg pertama, Indonesia unggul 2-1 atas negeri Gajah Putih itu.

sumber(new.okzone.com)

China Angkat Bicara Terkait Insiden Penyitaan Drone AS

Kapal Coast Guard milik China (Foto: Nguyen Minh/Reuters)

BEIJING – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Amerika Serikat (AS) melancarkan protes keras kepada China setelah satu unit drone bawah laut mereka disita di dekat Teluk Subic, Filipina. Negeri Tirai Bambu akhirnya angkat bicara mengenai insiden tersebut.
Kemhan China mengapresiasi upaya Angkatan Laut (AL) mereka menangani insiden tersebut. Drone yang disita itu dianggap membahayakan keamanan navigasi di perairan Laut China Selatan (LCS). Beijing siap mengembalikan drone tersebut setelah selesai diselidiki.“Dalam rangka mencegah bahaya yang ditimbulkan alat ini kepada navigasi kapal yang melintas, China melakukan sikap yang profesional dan bertanggung jawab dalam menyelidiki serta memverifikasi alat tersebut,” tutur juru bicara Kemhan China, Yang Yujun, seperti dimuat Russia Today, Minggu (18/12/2016).
Negeri Panda menuduh Negeri Paman Sam melakukan pengawasan militer dengan kapal-kapalnya di sekitar LCS untuk menyatakan eksistensinya. China meminta AS menghentikan aksi tersebut. “Kami akan tetap bersikap waspada terhadap segala aktivitas AS dan melakukan langkah yang sesuai untuk menanganinya,” bunyi pernyataan resmi Kemhan China.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah menggunakan kanal militer untuk menangani isu dengan cara yang pantas bersama dengan AS. Atase pers Kemhan AS, Peter Cook, menyampaikan bahwa China siap mengembalikan drone itu ke AS. Akan tetapi, China sempat kecewa karena AS membesar-besarkan insiden tersebut.
Sebagaimana diberitakan, insiden terjadi tepat di depan hidung kru kapal AS, UNSNS Bowditch yang tengah berlayar sekira 100 mil dari Teluk Subic pada Kamis 15 Desember 2016. Bowditch sedang berhenti untuk mengambil dua unit drone ketika kapal perang China yang membuntuti Bowditch langsung menurunkan kapal kecil dan mengambil salah satu drone.

sumber (news,okezone.com)

Trump Marah China Sita Drone Bawah Laut AS

Presiden AS terpilih Donald Trump marah karena China menyita drone milik Angkatan Laut (Foto: Mike Segar/Reuters)NEW YORK – Kapal perang China menyita drone bawah laut milik Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan (LCS). Langkah tersebut membuat Presiden AS terpilih Donald John Trump marah. Pria berusia 71 tahun itu menumpahkan kekesalannya lewat akun Twitter.
“China mencuri drone untuk penelitian milik Angkatan Laut AS di perairan internasional, mengangkatnya ke permukaan, dan dibawa ke wilayah China. Langkah tersebut belum pernah terjadi sebelumnya,” kicau Trump, sebagaimana dikutip Time, Minggu (18/12/2016).
Sebagaimana diberitakan, insiden terjadi tepat di depan hidung kru kapal AS, UNSNS Bowditch yang tengah berlayar sekira 100 mil dari Teluk Subic, Filipina, pada Kamis 15 Desember 2016. Bowditch sedang berhenti untuk mengambil dua unit drone ketika kapal perang China yang membuntuti Bowditch langsung menurunkan kapal kecil dan mengambil salah satu drone.
Juru bicara Kementerian Pertahanan AS Peter Cook langsung meminta China untuk mengembalikan drone itu ke AS. “Kami meminta China segera mengembalikan drone milik kami dan berperilaku sesuai kewajiban mereka yang tertuang dalam hukum internasional,” tutur Cook.
“Kami mengerti bahwa China dan AS akan menggunakan kanal militer untuk menangani isu ini dengan cara yang pantas,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.
Hubungan Beijing dengan Washington memanas setelah Donald Trump melakukan panggilan telefon dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Tindakan tersebut melanggar perjanjian ‘One China Policy’ yang disepakati Negeri Tirai Bambu dan Negeri Paman Sam pada dekade 1970.
sumber (http://news.okezone.com/)

Pembantain di Aleppo

Arab Saudi: Pembantaian di Aleppo Kejahatan Perang terhadap KemanusiaanRiyadh - Arab Saudi meminta agar pemerintah Suriah menghentikan segala kejahatan yang mereka lakukan pada warga Aleppo. Arab Saudi, yang selama ini menjadi salah satu negara yang mendukung pihak pemberontak Suriah, menyerukan agar pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad tidak lagi melakukan penyerangan.


"Ini adalah tragedi kemanusiaan terburuk di awal abad ke-21. Kejadian ini berlangsung di depan mata masyarakat internasional," kata kantor berita negara SPA, mengutip pernyataan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dilansir Reuters, Minggu (18/12/2016).

"Pembantaian mengerikan terjadi di Aleppo, ini merupakan kejahatan perang terhadap kemanusiaan," lanjut pejabat itu.
Jakarta
Kota Aleppo sendiri sudah terbagi dua wilayah sejak konflik Suriah pecah pada tahun 2011. Ada wilayah yang diduduki oleh pemerintah, ada juga yang dikuasai oleh pemberontak. Namun sejak pertengahan November, pihak pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia dan Iran, sudah mulai melakukan invasi pada daerah yang dikuasai ole pemeberontak.

Usaha evakuasi warga sipil dan pejuang pemberontakan Suriah di kota tersebut juga dihentikan sejak Jumat (16/12). Tidak jelas apa alasan Pemerintah Suriah melakukan hal tersebut. 

Namun ada kabar yang mengatakan bahwa proses evakuasi akan kembali dilakukan pada Sabtu (17/12/2016) waktu setempat. Namun hal tersebut masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Arab Saudi juga menuduh negara yang selama ini bergabung dengan Presiden Bashar turut ikut campur mengurusi urusan dalam negeri Suriah. Negara-negera tersebut adalah Rusia dan Iran.

Salah satu sumber juga mengatakan bahwa Arab Saudi sudah melakukan kontak dengan kekuatan regional dan internsional untuk menekankan pentingnya segera mengambil tindakan untuk mengakhiri konflik di Aleppo," kata sumber tersebut. 

sumber http://www.detik.com/